Dia Nyata seperti Gunung Kapur Itu

Di ruang kerja ini
telah kuhentikan pekerjaan yang setiap hari kulakukan
tak lama beberapa saat yang lalu...
lonceng berbunyi tiga kali
memecah kesunyian malam
di tengah rintik-rintik hujan
dengan sesekali terdengar suara gilasan roda kendaraan di atas buton aspal depan rumah; aku tahu, bahwa ini sudah begitu larut...
seharusnya aku telah tertidur u/ mempersiapkan kerja esok hari, seperti kawan-kawan yang lain yang tengah tertidur pulas, di luar ruang kerja ini...
namun, aku tak akan bisa tertidur, dan tak akan mencoba untuk tidur, sebelum menulis tentang orang yang begiku kuat kurasakan malam ini, perasaan yang kusebutnya sayang. walaupun aku yakin, tulisan-tulisan indah lainnya akan hidup setelah aku tertidur, menghapus smua mimpi-mimpi buruk...
"bayangmu semakin jelas, indahmu semakin indah, dan perasaan ini semakin kuat kepadamu..
ditengah kesunyian ini, sebagaimana aku memandangmu beberapa hari yang lalu; diantara bentangan batu kapur tinggi, menjulang di atas tiga kerajaan kaya raya-kupu-kupu yang beterbangan, lebih indah dari kupu-kupu, "early summer"-tempat yang menyatukan, dan warna yang mengokohkan...
kesabaranmu membuat gunung merapi tak sanggup lagi menyemburkan apinya; senyummu buatku membuat aku merasa telah memiliki segalanya, hingga aku tak mampu lagi berbohong, bahwa aku sungguh merindukan kamu, seperti aku memandangmu beberapa hari yang lalu...
Aku bersumpah...!!!
bahwa itu pujian untukmu dariku!
kau tahu mengapa???
karena bagiku,
kau adalah salah satu keajaiban dunia...
yang pernah aku ketahui...."

06.36
Wahyuddin MY
,




0 Response to "Dia Nyata seperti Gunung Kapur Itu"
Posting Komentar
Terima kasih atas komentarnya!